Melihat sosok Bajaj Pulsar 180 DTS-i sekarang ini, layaknya melihat sang adik yang meluncur belakangan tapi dengan kapasitas engine lebih besar. Yup, Pulsar 200 DTS-i. Soale, tampilannya memang mirip Pulsar 200.
Tampilan streetfighter, kini makin terlihat lebih sporty dengan hadirnya setang yang menempel di segitiga atas dan menjepit sok depan. Benar saja! Gaya berkendara yang ditawarkan membuat badan sedikit merunduk ketimbang pakai setang konvensional.
Tetapi meski mengaplikasi setang jepit, untuk melewati beberapa deretan kun dengan gaya slalom pun tak jadi kendala. Manuver, masih mudah dikendalikan. Seperti yang Em-Plus bilang di atas. Ada hal lain yang bikin Pulsar 180 ini lebih menarik. Yaitu dengan aplikasi ban profil lebih lebar.
Dengan penggunan ban depan model tubeless ukuran 90/90-17 dan belakang 120/80-17, manuver di tikungan jadi makin pede alias percaya diri. Meski tempat pengetesan terbatas, tapi menikung jadi lebih maksimal dengan lebar ban itu.
Redaman sok depan juga terasa makin mantap! Itu karena sok depan, memiliki diameter sok teleskopik yang lebih besar ketimbang Pulsar terdahulu. Malah kalau boleh dibilang, diameter peredam kejut ini mirip sok Pulsar 200 DTS-i.
Bicara soal power, karakter tetap mirip dengan Pulsar terdahulu. Hanya saja, ada sedikit kenaikan power. Yaitu, 0,5 dk. "Tenaga ini tercipta dari perubahan yang dilakukan pada sektor saluran bahan bakar," ungkap S V Ramanuj, Service Manager 2W PT Bajaj Auto Indonesia (BAI).
TERJUAL 34.871 UNIT
Setelah tiga tahun diluncurkan, wajah baru Bajaj Pulsar 180 DTS-i baru saja dirilis PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) di Hotel Sultan (5/10) lalu. Generasi terbaru Pulsar 180 DTS-i facelift ini tentunya sudah mengalami sejumlah perubahan dibanding model generasi awalnya.
Modelnya sekilas memang mirip sama pendahulunya. Namun bila diamati detail, setidaknya ada terdapat empat item yang sudah mengalami perubahan. Sudah pakai setang jepit, emblem tangki model embos, ban tubeless, serta model jok split seat. "Tetap dijual sesuai price list lama, jadi tidak ada kenaikan harga," pasti Vaibau Gupta selaku DGM Sales & Marketing PT BAI sambil menyebutkan kalau banderol untuk Jakarta Rp 18 juta.
Sejak diluncurkan pada November 2006 sudah terjual 34.871 unit seluruh tipe motor. Pencapaian ini didukung 90 showroom tersebar di Indonesia.
Penulis/Foto : Tim MOTOR PLUS
Posted by andika
Des 24, 2009