Rab, Mar 10, 2010

Info Pulsarian

Kopdar Gabungan

  • Hari/tgl : Selasa, 09 Maret 2010
  • Jam : 19.00 on time
  • Acara : Kopdar Gabungan dgn PRA Solo
  • Tempat : Depan Gedung Wanitatama Jl. Solo

MUNAS PULSARIAN

  • Tanggal : 14-15 Maret 2010
  • Tempat : Jakarta

Kopdar

Jangan lupa kopdar minggu ini pada hari Jumat, 12 Maret 2010...jam 20.00 ditempat yg sama...

Sokbreker Pneumatic/Hidrolik - Rawat Setelan Angin

Beberapa tipe motor punya sokbreker dilengkapi penyetel udara. Sayang, banyak yang gak paham fungsinya. Padahal, menurut Handy Hariko dan Reiner M. Sitorus, setelan gas pengaruhi kerja sokbreker.

Sebutlah Honda GL-Pro (gbr. 1) dan Kawasaki Ninja 150RR (gbr. 2). Sokbreker depan GL-Pro dilengkapi setelan gas. Sedang sok belakang Ninja 150RR, ada tabung gasnya. Semua punya pentil buat mengisi gas.
Sokbreker tipe ini lebih mumpuni. Kerja pegas dibantu dua sistem, yaitu hidrolik dan pneumatic. "Kerja gas atau pneumatic membantu spring atau per kembali mekar. Pertama, guncangan diredam oli. Tapi, karena kembalinya oli lambat, agar cepat, dibantu tekanan gas," jelas Reiner, dari divisi Service dan Spare-parts PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI).364902-setel-sok-dok.jpg

Lebih lanjut Handy jelaskan gas yang dipakai mengisi sokbreker adalah Nitrogen. "Pakai Nitrogen lebih stabil dan ringan. Jadi meski sok bekerja gas tidak panas. Selain itu, kandungan air di nitrogen lebih sedikit dibanding gas lain," urai Deputi Service PT Astra Honda Motor itu.

Gas nitrogen ini fungsinya membantu peredaman dan rebound. Jika turunnya cepat, gas membuat baliknya lebih lambat. Sehingga motor tidak mantul saat melintas jalan kribo.

Namanya juga gas, menurut Handy dan Reiner, meskipun jarang, ada kemungkinan terjadi kebocoran. Jika sampai bocor, maka yang dirasa sokbreker seperti mati. Biasanya jadi terlalu empuk. Sebab, yang bekerja hanya per dan minyak. "Cirinya kalau membentur lubang. Saat kena benturan sokbreker cepat mendem tapi telat kembali. Saat benturan kedua, langsung terasa keras, seperti tidak ditahan dampernya," jelas Reiner.

Kebocoran biasanya karena sil yang aus atau rusak. Atau bisa jadi saat pembongkaran ketika melakukan perawatan rutin. Makanya, baik Handy atau Reiner kompak menyarankan untuk selalu mengecek tekanan anginnya. Jika kurang, segera ditambah. Tentu dengan tekanan sesuai anjuran dari pabrik.

Penulis/Foto : Aries/Dok. MOTOR Plus

LEAVE A REPLY

Security code
Refresh

Agenda

<<  Maret 2010  >>
 Se  Se  Ra  Ka  Ju  Sa  Mi 
  1  2  3  4  5  6  7
  8  910111213
161718192021
22232425262728
293031    

Ngobrol yooo...!!

Our's Brothers

Pulsarian Community PRA Bogor PRA Bayonet PRA Bandung PRA Detasemen PRA Kaliber PRA Perangkap PRA Surabaya Rocket PRA Tangerang PRA Solo
Pulsarian Community

 PRA Jogja

 Jogja Automotive Community

Support

Menurut kamu web yg baru gimana

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini34
mod_vvisit_counterKemarin556
mod_vvisit_counterMinggu ini1219
mod_vvisit_counterBulan ini3650
mod_vvisit_counterSemua15000

We have: 2 guests online
Your IP: 38.107.191.100
 , 
Today: Mar 10, 2010