Jum, Mar 12, 2010

Info Pulsarian

Kopdar Gabungan

  • Hari/tgl : Selasa, 09 Maret 2010
  • Jam : 19.00 on time
  • Acara : Kopdar Gabungan dgn PRA Solo
  • Tempat : Depan Gedung Wanitatama Jl. Solo

MUNAS PULSARIAN

  • Tanggal : 14-15 Maret 2010
  • Tempat : Jakarta

Kopdar

Jangan lupa kopdar minggu ini pada hari Jumat, 12 Maret 2010...jam 20.00 ditempat yg sama...

Apakah Oli Bisa Basi?



Gbr 1

OTOMOTIFNET - Di kalangan skutiker, beredar polemik soal oli basi alias kedaluarsa. Indikasinya, pelumas itu produk lama yang dipajang di bengkel atau toko penjualnya, tapi enggak laku-laku. “Nah, biar ada yang beli, akhirnya dijual murah, deh!” duga Yanto pemakai Yamaha Mio keluaran 2006.

Pijakan pendapat mereka enggak salah, karena mengacu pada produk makanan atau minuman kaleng. Umumnya di kemasan ada kode produksinya, baik bulan dan tahun (best before).

“Karena kalo sudah kedaluarsa, tentu sudah rusak, kan?” timpal Yudi pengguna Honda Vario 2007. Lantas, bagaimana dengan oli?

Nah, menurut Yulfian, Technical Support PT Topindo Atlas Asia, produsen Top1, “Untuk oli tidak ada masa kedaluarsa atau expired, tetapi dengan istilah Obsolete, berdasarkan dari SAE (Society of Automotive Engineers), dan API (American Petrolium Institute) (gbr.1). Ini hanya menentukan jenis dan kualitas oli itu sendiri, bukan masa kadaluarsanya.”

 Untuk kode produksi oli tersebut terdiri dari 16 digit angka dan huruf, yang disusun berdasarkan formula oli dikandungnya. Di mana masa berlaku kode itu ditetapkan LEMIGAS dengan sebutan NPT (Nomor Pelumas Terdaftar) (gbr.2) dan setiap 5 tahun sekali harus diperpanjang.

Pada NPT urutannya terdiri dari asal, jenis minyak pelumas dan produksi pelumas. Sedangkan kode produksi pada kemasan antara lain; tanggal, minggu dan tahun produksi (gbr. 3).

Selain itu juga perlu diperhatikan adalah kualitasnya. Kalau tingkat kekentalan mempunyai satuan SAE, sedangkan tingkat mutu juga ada sebutan sendiri yaitu API Service.


Gbr 2

Gbr 3

Untuk tingkatan mutu tersebut ditandai dengan kode huruf yang tertera pada pelumas mesin. “Di mana SAE itu berdasarkan dari kekentalan atau viskositas terhadap perubahan temperatur pelumas yang diukur atau Indeks viskositasnya,” beber pria ramah ini.

Untuk oli bekas, apa masih bisa digunakan? “Buat oli bekas tentu sangat tidak dianjurkan untuk ditambahkan pada mesin, karena sudah teroksidasi dan serpihan logam atau partikel di dalam mesin. Kalo mau dipake lagi harus didaur ulang dulu,” ujar ayah 2 anak ini.

Oh ya, saking banyaknya pelumas di pasaran, tidak hanya beda merek tetapi juga memiliki berbagai spesifikasi. Maka, sebaiknya baca petunjuk manual kendaraan (manual book) dan selalu menggantikan oli mesin yang direkomendasikan di buku pabrikan motor.

Selain itu, untuk karakter oli yang baik pastinya bisa dilihat dari kemasan yang rapi, kode produksi tercantum, kualitas terjamin dan bisa dipertanggungjawabkan, segel rapat dan mendapatkan NPT. Satu lagi, pelumas itu bukan palsu atau bekas daur ulang.

Begitu, Bro!

Penulis/Foto: Teguh / Teguh

LEAVE A REPLY

Security code
Refresh

Agenda

<<  Maret 2010  >>
 Se  Se  Ra  Ka  Ju  Sa  Mi 
  1  2  3  4  5  6  7
  8  910111213
161718192021
22232425262728
293031    

Ngobrol yooo...!!

Our's Brothers

Pulsarian Community PRA Bogor PRA Bayonet PRA Bandung PRA Detasemen PRA Kaliber PRA Perangkap PRA Surabaya Rocket PRA Tangerang PRA Solo
Pulsarian Community

 PRA Jogja

 Jogja Automotive Community

Support

Menurut kamu web yg baru gimana

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini83
mod_vvisit_counterKemarin302
mod_vvisit_counterMinggu ini1853
mod_vvisit_counterBulan ini4284
mod_vvisit_counterSemua15634

We have: 6 guests, 1 members online
Your IP: 38.107.191.100
 , 
Today: Mar 12, 2010